DRAG

Minggu, 20 Februari 2011

Modifikasi Yamaha Jupiter-Z 2011 Modif Jupiter Z Juara MP1, Piston Lebih Ringan 5 Gram


Modifikasi Yamaha Jupiter-Z 2011

Modif Jupiter Z Juara MP1, Piston Lebih Ringan 5 Gram

Piston forging punya bobot lebih ringan ketimbang piston biasa. Part ini juga yang menjadi andalan di Yamaha Jupiter-Z pacuan Diaz Kumoro Djati. Dengan berat part penggebuk kompresi ruang bakar yang lebih ringan, mesin juga mendapat perlakukan sama.

Piston berdiameter 55,25 mm yang disupport merek TDR selaku sponsor tim, podium pertama di kelas MP1 di MotoPrix Region II seri awal ini pun mudah diraih pembalap Yamaha TDR FDR Federal Oil NHK Yonk Jaya itu.

Menurut Heru ‘Kate’ Hardiyanto selaku tunner tim yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat itu selisih bobot berkurang sekitar 5 gram. “Meski hanya sekitar 5 gram, tapi itu sudah bisa pengaruhi kinerja mesin,” jelas pria ramah itu.

Putaran mesin, terutama sejak putaran bawah lebih mudah dikail. Begitu juga untuk putaran atas. Rpm, mesin jadi bisa bermain sedikit lebih tinggi.

Ada kelebihan lain soal aplikasi piston ini. Menurut pria asal Jogja ini, suhu mesin cenderung lebih stabil dan adem. “Karena bobot ringan, mesin jadi tidak bekerja lebih seperti pakai piston biasa,” bilangnya.

Iya dong, kruk as tidak perlu keluarkan tenaga ekstra buat mendorong dan menarik piston. Kondisi ini menguntungkan, karena performa mesin tetap terjaga. Akhirnya power mesin tidak banyak turun meski dipakai lebih dari 10 putaran.

Tapi, tidak banyak penyesuaian yang dilakukan dalam aplikasi piston yang dibuat model tempa itu. Terutama jika bicara soal kompresi mesin. Sebab, tidak seperti piston sebelumnya, piston forging ini memiliki dome cukup pendek. Kondisi ini yang membuat kompresi tidak dimainkan terlalu tinggi. Tapi, cukup 13,5 : 1.

Enteng lho! (motorplus-online.com)

PATOK DURASI 270º


Buat imbangi kinerja mesin ringan, magnet juga ikut disentuh. Kali ini, Heru mengandalkan besi lempengan yang diubah jadi rotor alias magnet. “Beratnya, 475 gram dengan balancer 350 gram,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat mesin memiliki torsi lebih besar. Apalagi, seting didukung kem durasi 270º dengan LSA (Lobe Separation Angle) 105º. Lalu, kepala silinder dijejali diameter payung klep 29 mm/ 24 mm. Klep dari merek EE yang dikecilkan lagi diameternya. Semburan bahan bakar didukung karburator Keihin PWK 28 mm. Main-jet diseting 112 dan pilot-jet cukup besar, yaitu 62. “Karena power motor enteng, jadi butuh masukan sedikit besar di putaran bawahnya,” tutup Heru yang alumnus fakultas Pertanian UPN Jojga 1990 itu.

 DATA MODIFIKASI
Ban : Corsa 90/80-17
Klep : EE
Sok belakang : YSS
Knalpot : Yonk Jaya

Kymco Bisa Caplok Piston Smash


Tips Kymco 125

Kymco Bisa Caplok Piston Smash

Pemilik skubek Kymco banyak yang kebingungan ketika mesin sudah mengeluarkan kebulan asap sudah sangat banyak. Dipastikan harus ganti piston alias oversize.

Tambah bingung karena komponen Kymco sekarang susah dilacak. Apalagi sejak pabriknya OFF alias sudah tidak produksi. Tapi, khusus buat Kymco Trend SR, Trend dan Metica yang 125 ada solusi mudah dan murah.

“Bisa meggunakan piston atau seher milik Suzuki Smash,” jelas Feriandi, mantan kepala mekanik Kymco Bintaro.

Harga jualnya juga tidak terlalu mahal. “Khusus piston Suzuki mendingan beli yang orisinal. Sebab harganya lebih murah dibanding versi aftermarket atau imitasi,” jelas Feri yang kini buka praktik di dekat rumahnya di kawasan Kunciran, Pinang, Tangerang.


Lubang pen harus dibesarkan jadi 15mm
Satu set piston Smash paling mahal hanya Rp 100 ribu. Harga itu sudah termasuk piston, ring, pin dan klip. Yang asli Suzuki dijual ketengan alias terpisah.

Pertimbangan memilih piston Smash tentunya juga beralasan. Kalau menggunakan piston Shogun yang diameternya sama dengan Smash, juga masih kurang bagus. “Karena punya Smash lebih jenong. Sehingga tidak mendem ketika dipasang. Dengan begitu, kompresi juga lebih tinggi,” jelas mekanik berjenggot ini.

Feri juga bilang, katanya banyak mekanik lain yang memilih menggunakan piston milik Kawasaki Kaze. Namun lubang pen yang kurang besar. Kalau punya Kymco 125 lubang pen 15 mm. Sedangkan punya Kaze hanya 13 mm.

Otomatis tidak bakal klop. Kalau lubang pen di piston yang dibesarkan, dipastikan juga tidak akan bisa. Sebab bedanya 2 mm. Kalau dipaksakan lubang, malah akan melewati alur ring oli.

Solusinya, kalau mau menggunakan piston Kaze, harus dibuatkan bushing atau bos. Dipasang di lubang pen pada setang piston. Namun cara ini juga dianggap masih sangat riskan. Karena biasanya bos mudah oblak atau pecah. Di balap banyak kejadian, apalagi kalau dipakai harian yang panjang penggunaannya.

Makanya Feri tetap menggunakan atau memilih piston Smash. Namun diakali pada lubang pen. Di piston Smash dibesarkan. “Asalnya 14 mm jadi 15 mm,” jelas mekanik satu anak ini.

Dirasa masih dalam toleransi aman karena setelah lubang pen dibikin menjadi 15 mm, tidak sampai tembus alur ring oli. Sehingga tidak bikin rusak.

Oh ya, menggunakan seher Smash bikin kapasitas silinder jadi bengkak. Sebab sama saja dengan oversize 150. Kan asalnya piston standar Kymco 125 hanya 52 mm. Begitu menggunakan piston Smash standar, diameternya 53,5 mm.

Bisa dihitung dong kenaikan volume silindernya. Dipadukan dengan stroke standar Kymco 125 yaitu 57,8 mm. Kapasitas silinder jadinya 129,9 cc atau digenapkan menjadi 130 cc.

Bagi yang kurang puas menggunakan piston standar Smash, bisa juga caplok versi aftermarket. Diluncurkan oleh FIM (Federal Izumi Manufacture). Ukuran piston yang 53,5 mm juga tersedia.

Biasanya dipakai balap dan dicap lebih kuat. Termasuk kepala piston yang juga lebih jenong. Sehingga lebih fleksibel untuk mengatur kompresi. Di badan piston juga terdapat lapisan teflon supaya lebih ringan gesekan.

Namun tetap saja lubang pen harus dibuat 15 mm. Tentu supaya bisa pas dipasang di Kymco.(motorplus-online.com)

Spidometer Supra X 125 Ngaco? Perhatikan Sekringnya!


Tips Honda Supra X 125

Spidometer Supra X 125 Ngaco? Perhatikan Sekringnya!

Jangan kaget bila suatu ketika melihat spidometer digital pada Honda Supra X 125 berputar naik turun tak karuan! Seharusnya, saat kunci kontak diputar ke posisi "on", jarum akan bergerak mentok sekali lalu kembali ke posisi di 0 km/jam.

Jarum baru akan kembali bergerak saat motor mulai berjalan sesuai kecepatan. Tapi tiba-tiba juga bisa ngaco, jalan pelan jarum spidometer malah menunjukan kecepatan tinggi. Atau jalan kencang, spidometer ada di 10 km/jam.

Gejala ini pastinya menunjukan adanya kejanggalan pada kinerja komponen kelistikan. Pasalnya, spidometer pada Honda Supra X 125 sudah full digital. Kinerjanya bukan lagi mekanis dengan kabel.

Lalu pertanyaannya apanya yang salah? "Kalau speedometer ngaco diikuti dengan lampu dan sein yang kadang mati kadang hidup, coba perhatikan sekringnya," buka Safrudin, kepala bengkel AHASS Clara Motor II di Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakbar.

"Biasanya kendor atau meleleh. Kalau tidak ada kerusakan pada sistem kelistrikan, paling karena umur. Ganti saja dengan yang baru, pasti masalahnya beres," lanjut pria yang akrab disapa Udin ini sambil menunjukan contoh kasusnya pada Honda Supra X 125 keluaran 2005. 

Honda Supra X 125 punya dua sekring. Warna biru 15 Ampere dan merah 10 Ampere. Keduanya beda fungsi, yang merah untuk beban kelistrikan seperti lampu, sein dan spidometer. Sedang yang biru untuk pengisian.

Cara gantinya pun mudah, bisa dilakukan sendiri. Sekring pada Honda Supra X 125 letaknya ada di bawah jok, tepatnya di dalam boks barang bawaan, di samping aki. Pertama buka dulu cover aki-nya, gunakan obeng plus (gb.1).

Setelah terbuka, ambil kotak sekring di samping aki. Tinggal cabut yang lama dan pasang kembali (gb.2). Untungnya, pada Honda Supra X 125 sudah disediakan sekring cadangan, jadi enggak perlu beli.  (motorplus-online.com)

Pakai HID? Ubah AC Ke DC Biar Gak Tekor


Pakai HID? Ubah AC Ke DC Biar Gak Tekor

Pengguna lampu HID, terutama di motor bebek dan matik, terlebih dahulu harus mengubah kelistrikan lampu. Dari sistem AC ke DC. Dan, kalaupun sudah diubah, keluhan setrum aki tekor tetap masih sering dirasakan.

Kini enggak perlu khawatir lagi. Tinggal pasang anti tekor merek Doop ini. Bahkan enggak perlu repot lagi ngubah kelistrikan. "Tinggal pasang, aki juga enggak bakalan tekor," promosi Albert dari CV Sumber Urip di MGK Kemayoran Otozone, Lt 6 Blok F1, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Jika motornya pakai satu lampu utama seperti Honda Scoopy, cukup pakai anti tekor seharga Rp 125.000. “Tapi, jika lampu utamanya dua, seperti Yamaha Jupiter atau Honda Vario, pakai yang dibanderol Rp 225.000,” promosi Albert.

Menurut Albert, alat ini juga membantu pengisian ke kiprok. Kabel dari kunci kontak ke switch lampu yang dapat listrik dari kiprok, diganti dari aki lewat kontak.

“Sehingga nyala lampu utama tidak perlu lagi menunggu mesin hidup, sudah Langsung byar. Soalnya kelistrikannya sudah langsung diubah ke DC,” jelas lelaki yang juga menjual HID untuk motor ini.

Langkah seperti ini mirip dengan di Honda Tiger atau Scorpio. “Begitu kunci kontak ON dan sakelar ON juga,, lampu langsung nyala. Tanpa harus menghidupkan mesin,” sergap brother yang bisa dihubungi di (021) 98-222-338. Gitchu.(motorplus-online.com)

Cek Kelistrikan Kalau Lampu Mulai Redup


Cek Kelistrikan Kalau Lampu Mulai Redup

Masalah di lampu motor cuma dua. Cahayanya tiba-tiba terang lalu mati. Atau kualitas cahaya lampu turun dan sinar jadi enggak fokus. Kondisi ini yang memaksa komponen kelistrikan harus segera dicek dan diganti bila perlu.

Namun memperbaikinya tidak boleh asal tunjuk. Ada cara biar ringkas dan tidak nyebar ke komponen lain. “Selain lebih mudah, waktu kerjanya juga cepat. Karena persoalan sudah lebih dulu diketahui,” papar Mustain, kepala instruktur kursus mekanik Hartomo Mechanical Training Centre (HMTC) Jakarta.

Contoh bila cahanya lampu utama Yamaha Jupiter-Z turun tanpa sebab. Saran Mustain, pertama dicek soket kabel pada fiting lampu dan terminal takut ada yang korslet. Kalau baik, lanjut ke sumber cahaya yaitu sepul. Karena lampu utama bebek umumnya pakai arus AC (bolik-balik) dari sepul.

“Selain korslet, kualitas sepul sudah turun juga bisa jadi biang keladinya. Sebab usia pakai bisa berpengaruh. Makanya coba cek pakai voltmeter. Jika tegangan di bawah 12 volt, artinya sepul lemah dan bikin lampu redup atau aki tekor,” imbuh pria yang praktik di Jl. Sawo Raya No. 9A, Rawamangun, Jakarta Timur.

Sebaliknya jika lampu utama mendadak terang dan bohlam jadi gampang putus. Persoalan macam ini umumnya disebabkan regulator atau rectifier sudah rusak. Tegangan sepul tak bisa diregulasi untuk mengatur cahaya lampu dan pengisin ke aki. Makanya bohlam gampang putus atau aki gampang tekor.

Untuk memastikan kondisi kiprok apakah masih baik atau tidak, kita juga bisa mengeceknya dengan avometer. Adapun yang diukur dengan alat ini adalah tahanan pada komponen di dalam kiprok.

“Idealnya tahanan kiprok berkisar antara 0,24 sampai 0,36 ohm atau bisa sampai 0,40 ohm. Tapi, kalau di bawah angka tersebut artinya kiprok sudah lemah,” lanjut Mustain yang bisa ditelepon di nomor (021) 4891176.

Biar gampang, prosedur pengecekan bisa dilakukan lewat kabel lampu utama atau bisa juga dari kiproknya sekaligus.

Tips Yamaha Byson Ini Dia Piston Bore Up Pilihan Buat Yamaha Byson!


Tips Yamaha Byson

Ini Dia Piston Bore Up Pilihan Buat Yamaha Byson!

Ada cara mudah untuk mendongkrak power Yamaha Byson. Cukup main bore up, kapasitas silinder bengkak dipastikan bakal bikin tenaga mesin juga meningkat drastis.

Biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak. Kurang dari sejuta sudah pasti ngacir. Namun untuk dongkrak volume silinder Byson harus menentukan dulu piston yang digunakan.

Mari bertanya pada Ko An alias Andy Mulky dari Cahaya Logam Motor. Mekanik dari Bates, Kreo, Ciledug, Tangerang itu pernah bore up Byson milik Arief Rahmanto dari Tigaraksa, Tangerang.

Menurut Ko An, piston bisa menggunakan milik Honda Tiger atau Scorpio. Kalau untuk harian cukup pakai milik Tiger. Versi aftermarket seperti buatan NPP dijual Rp 132.300. Atau menggunakan piston GL-Pro Neo Tech yang jenong. Namun jenongnya juga harus dipapas malah mubajir. Harganya Rp 137.400.

Harga segitu untuk piston ukuran standar sampai oversize 200. Lebih dari itu sampai oversize 300 dijual Rp 202.000. Dijual satu set termasuk piston, ring, pin dan klip.

Selain lebih murah, “Menggunakan piston Tiger atau GL-Pro Neo menguntungkan. Karena pen piston sama dengan milik Byson. Yaitu 15 mm,” jelas Ko An.

Namun menggunakan piston Tiger lebih tinggi 1mm. Untuk itu, kepala piston harus dipotong (gbr. 1). Supaya tidak nyundul dan tidak nabrak klep.

Kepala piston bagian samping dipotong 0,5 mm. “Sementara untuk bagian tengah, dibikin rada jenong agar kompresi lebih tinggi. Dome piston jadi seperti milik GL Pro Neo Tech,” jelas mekanik beruban yang jago karburator itu.

Selain itu, di kepala piston juga harus dibuatkan coakan. Posisinya disesuaikan letak klep di kepala silinder. Coakan ini dimaksudkan untuk laluan klep agar tidak membentur seher (gbr. 2).

Ko An pakai piston Tiger oversize 200. Diameternya 65,5 mm. Dipadu stroke standar milik Byson yang 57,9 mm. Hasilnya silinder 195 cc. Namun menggunakan piston Tiger, yang perlu diingat pantat piston (gbr. 3). Kudu dipapas 1 mm , khawatir mentok kruk as.

Akibat pemakaian piston gede ini, ruang bakar juga harus dibenahi. Dibuatkan squish mengikuti besarnya diameter piston baru (gbr. 4). Bentuk squish berupa nat seperti di Tiger standar.
 DAFTAR HARGA 
 1. Piston kit NPP Rp 132.300
 2. Boring diesel Rp 350.000
 3. Pasang boring Rp 180.000
 4. Papas seher Rp 60.000
 5. Paking Rp 10.000
 6. Squish Rp 50.000
 7. Pilot-jet Rp 30.000
 Total Rp 812.000

BORING DIESEL

Pemakaian piston gede tentunya harus diikuti penggantian boring. Supaya kuat, Ko An menggunakan boring untuk mesin diesel. Harap maklum, harganya mahal.

Boring asli Byson diselimuti aluminium yang menyatu dengan blok. Begitu dipasangi boring diesel, liner aluminium asli Byson juga masih.

Kondisi itu masih menguntungkan, selain mudah melepas panas juga masih bisa masuk ke dalam lubang crankcase standar. Diameter luar boring 73 mm, sedang diameter lubang crankcase 76 mm.

Degan begitu sebenarnya bisa juga menggunakan piston milik Scorpio 70 mm. Diameter luar boring dibikin 75 mm. Tebal boring masih ada 2,5 mm. Namun harus main bos di pen piston karena punya Tiger 15 mm sedang Scorpio 16 mm. Terakhir, Ko An mewanti harus ganti knalpot.