DRAG

Jumat, 11 Februari 2011

klep mio buat jupiter mp 5

Rekayasa Klep Mio Untuk Jupiter-Z (Mp5)
2009-01-30 14:06:24
1082mp5-jupiter-axl-1.jpgSalah satu kendala seting balap ada pada daya tahan klep yang jadi pintu lalu lintas gas bakar. Klep yang diajak naik-turun buka-tutup jutaan kali biasanya gampang ngambek. Kalau sudah marah, pasti deh mleyot ataupun patah. Makanya, kekuatan klep jadi salah satu pertimbangan dalam seting.

Yong Mustafa, mekanik yang garap Jupiter-Z tim Ahau Motor Racing Team, memanfaatkan besarnya batang klep Yamaha Mio. “Kalau aslinya, batang klep Jupiter kan 4,5 mm. Sementara punya Mio 5 mm. Lebih besar kan lebih kuat dong. Makanya, pilih pake klep Mio. Tinggal disesuaikan diameter payungnya kan?” terang pria dari Kemayoran, Jakarta Pusat ini.1083mp5-jupiter-axl-2.jpg

Tidak sebatas itu, rekayasa pemanfaatan batang Mio perlu diikuti juga dengan perubahan sudut lubang klep. “Kan musti sesuaikan bosingnya. Nah, agar enggak nabrak, sudutnya agak direnggangin. Sehingga, jarak antar bibir klep di kepala silinder jadinya 3 mm,” paparnya.

1084mp5-jupiter-axl-3.jpgBermodal itu, ubahan kem yang dilakukan juga enggak takut membuat klep melintir. Yong pede bikin kem dengan durasi 280 derajat pada in dan out. “Liftnya enggak terlalu tinggi sekitar 8 mm, karena lobe separation angle (LSA) juga di kisaran 105 derajat,” tambah mekanik andal yang juga bikin motor drag.

Lanjut ke setingan lain, seperti pada umumnya yang dilakukan mekanik balap. Misal, menggunakan per klep Jepang yang teruji nggak gampang lembek meski digempur dengan lift yang lumayan tinggi.

Tinggal tunggu penampilan Ardan, bocah 13 tahun yang jadi jokinya. Apakah bisa bersuara di kejurnas MP5 2009 sekaligus menaikan pamor Ahau yang dikenal sebagai pemasok knalpot balap itu?

RANTAI KETENG VEGA

Satu lagi bawaan produk beda yang diaplikasi adalah rantai keteng Vega. “Selain lebih menggigit, juga lebih ringan,” terangnya. Tapi, yang pasti sih posisinya jadi pas, nggak kepanjangan karena kepala silinder sudah dipapas untuk dongkrak kompresi.

Nah, rantai keteng Vega membuat posisi pas enggak kepanjangan. “Kayaknya sih beda 2 mata, lebih pendek,” terang Yong yang aslinya mekanik balap liar itu.

JARUM SATRIA F-150 

Umumnya, karburator standar di Jupiter selain direamer juga ganti skep pakai punya Tornado. “Saya juga pakai jarum skep Satria F-150 lama. Soalnya, jarum lebih lancip. Otomatis, bukaanya juga bisa lebih bagus,” alasannya.

Penggunaan jarum itu membuat doi enggak perlu main-jet yang terlalau besar. “Cukup 120. Sementara pilot-jet pakai 20. Lumayan bisa melayani kebutuhan gas bakar,” terang Yong dengan logat khasnya.

DATA MOODIFIKASI

Piston : Izumi
Ring piston : NPR Jepang
Api tertinggi : 38 derajat pada 9.000 rpm
Balancer : 600 gram
Final gear : 13/43
Rasio : I = 13/33
II = 16/28
III = standar
IV = 21/23

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar