DRAG

Jumat, 11 Februari 2011

ngkap dengan kata2.. jadi kita ambil yang simpel2 aja bro..
beberapa mekanik memaksimalkan langkah isap dengan merubah desain dan ukuran lubang IN ( porting polish) atau merubah profil cam-saft (noken as) merubah durasi noken/ lift noken, tapi untuk modifikasi ringan kita bahas porting polish aja brooo.. ada beberapa hal yang harus d'perhatikan saat melakukan pekerjaan porting polish., evisiensi volumetrik, flow arah aliran udara pada lubang IN harus benar2 rapi, meminimalkanTURBOLENSI (perputaran udara yang tidak teratur), ukuran  porting juga harus sesuai dengan diameter klep dan volume silinder untuk mencapai kecepatan gas yang seimbanng... gambar di bawah adalah contoh porting yang baik...




jangan kelewat besar,sesuaikan dengan spesifikasi mesin saja...usahakan porting cenderung ke arah lurus




-diameter porting cenderung membesar pada belokan2. dan lekukan yang cukup landai....


dinding porting gak usah terlalu halus, tapi harus bener2 rata.. agar aliran udara pada dinding port tetap stabil







orting di sesuaikan dengan kbutuhan motor, untuk balap, harian , atau touring lover'
- MOTOR TOURING butuh power merata di semua RPM, jadi diameter porting harus sesuai..

- PORTING LEBAR: 90%-110% dari diameter klep... cenderung enak pada rentang RPM menengah ke atas, sekitar 5000-9000 RPM, resikonya motor sering bekerja  pada tingkat RPM yang relatif tinngi.. utuk keperluan touring anda bisa jatuh miskin.. behan bakar borozz.. mesin rawan jebol...

- PORTING SEMPIT :60%-70% dari diameter klep... lebih siip pada putaran bawah- menengah...4000-6000 RPM , resikonya nafas terlalu pendek... susah kalo di ajak touring bro...

- UNTUK MOTOR TOURING  idealnya pake porting yang sedang2 saja 80%-88%.. agar tetap ekonomis, dan larinya'pun gak kalah kenceng....

porting lubang EX : 100% dari diameter klep...dan belokan pada bagian sebelum dudukan klep, di buat landai...


PERHITUNGAN PORTING & DIAMETER KLEP























LANGKAH KOMPRESI

langkah kompresi : piston bergerak dari TMB menuju TMA, saat itu kedua katup tertutup rapat dan piston bergerak ke atas, karena penyusutan volume ruang silinder terjadilah peningkatan tekanan gas di dalamnya... tekanan akhir pada ruang bakar motor bensin bisa mencapai 16 kg/cm2, atau di sesuaikan dengan keperluan mesin tersebut.. ada beberapa hal yang mesti di perhatikan saat memodifikasi (meningkatkan kompresi), jenis bahan bakar, timming pengapian, panjag langkah(stroke), dan temperatur suhu lingkungan sekitar,  hal ini bertujuan untuk meminimalikan kemungkinan terjadinya detonasi dan knocking, 
beberapa mekanik meningkatkan kompresi dengan cara memotong kepela silinder dan blok silinder,, da juga yang menggunakan piston jenong atau mendisain ulang ruang bakar(kubah, squish), untuk motor 4tak, profil noken as juga mempengaruhi kompresi..

rumus perbandingan kompresi @ =(VL+VC) / VC 
dimana @ = perbandingan komresi
            VL= volume langkah ( kapasitas silinder cm3)
            VC= volume compresi ( volume kubah pada sinder kop)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar